Ilustrasi.

Groundbreaking PSEL Kota Bekasi Ditunda, Bali Jadi Prioritas

KOTA BEKASI – Seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, resmi ditunda.

Agenda yang semula dijadwalkan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto itu ditangguhkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan penundaan terjadi karena Kepala Negara memilih Bali sebagai lokasi utama pelaksanaan groundbreaking.

“Seharusnya hari ini jadwal groundbreaking. Namun tampaknya tidak bersamaan, agenda kita ditunda. Informasi yang kami terima, Bali terlebih dahulu, baru kemudian Kota Bekasi menyusul,” ujar Tri Adhianto, Rabu (8/7/2026).

Tri menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi masih menunggu instruksi dan jadwal susulan dari pemerintah pusat mengenai kepastian kehadiran Presiden. Berdasarkan informasi awal, agenda di Bekasi diperkirakan bergeser sekitar dua pekan setelah pelaksanaan di Bali.

“Kami belum tahu pasti tanggalnya. Kemarin informasinya dijadwalkan dua minggu setelah Bali atau dua minggu pasca-pengumuman. Yang jelas mekanismenya menyusul,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Andi Frenky, membenarkan adanya perubahan jadwal. Ia menegaskan keputusan penundaan sepenuhnya berada di bawah kendali kementerian terkait.

"Diundur karena penetapan jadwalnya berada di bawah Kemenko Pangan,” kata Andi Frenky.

Padahal, Pemkot Bekasi telah mematangkan persiapan di lapangan. Tri Adhianto sebelumnya menargetkan pengerukan dan pembersihan lahan di kawasan Sumurbatu rampung tepat waktu sebelum jadwal awal.

Pihaknya pun berharap Presiden Prabowo tetap dapat membuka langsung proyek infrastruktur krusial ini di Bekasi. (ADV).

Previous Post Hadiri Event Jajanan Pasar, Tri Adhianto Harap Menjadi Agenda Rutin di Setiap Kecamatan Kota Bekasi
Next PostWarga Jakasampurna Tuntut Puskesmas Dekat Permukiman