Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan wisata air Kalimalang. PALAPA POS/Yudha.
Sidak DPRD Kota Bekasi: Wisata Air Kalimalang Siap Saingi Malioboro
KOTA BEKASI - Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan wisata air Kalimalang yang digadang-gadang menjadi ikon baru kota Bekasi.
Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terkait dampak lingkungan, lalu lintas, hingga pengelolaan destinasi wisata tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pembangunan wisata air Kalimalang sebagai bagian dari visi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Namun, ia menegaskan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan, mengingat Kalimalang merupakan sumber air minum meski bukan untuk Kota Bekasi.
“Lingkungan harus tetap dijaga, jangan sampai pembangunan wisata justru mengganggu ekosistem,” ujarnya.
Dalam sidak, DPRD bersama stakeholder termasuk PT Mitra Patriot (PT. MP) dan PT. MIJU yang nantinya menjadi operator wisata membahas sejumlah hal teknis, mulai dari potensi kemacetan, pencemaran, hingga sistem pengelolaan.
Salah satu perhatian khusus adalah penggunaan kontainer sebagai stand UMKM di bawah jembatan. Menurut penjelasan operator, konsep ini dinilai sesuai standar karena bersifat outdoor dan ditopang konstruksi beton.
Drainase serta saluran limbah juga tengah disiapkan agar tidak mencemari Kalimalang, sementara kebocoran dari ruas tol di atasnya akan ditangani dengan pemasangan talang khusus.
Optimisme turut disampaikan PT MIJU yang yakin wisata air ini akan menjadi destinasi unggulan dan mampu menarik pengunjung dari luar Bekasi. Wakil Ketua DPRD, Faisal, juga mendukung penuh proyek tersebut dengan catatan bahwa aturan dan rambu-rambu kota harus dijalankan secara ketat.
“Kalau ini bisa dioptimalkan, Bekasi bisa punya ikon wisata yang menyaingi Malioboro,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, Kamis (22/1/2026).
Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa jika proyek ini tidak berjalan sesuai harapan, operator akan diminta pertanggungjawaban. Pengawasan rutin akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan pembangunan.
"Harapan juga ditujukan kepada PT MP sebagai BUMD agar lebih maksimal dalam menjalankan tanggung jawabnya, sehingga wisata air Kalimalang benar-benar menjadi destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat Bekasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tukasnya. (Yud).