Seleksi Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi Tuai Sorotan: Jangan Jadi Alat Kepentingan Politik
KOTA BEKASI - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi telah mengumumkan 20 peserta yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi berupa tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah, Sabtu (10/1/2026).
Namun, proses seleksi ini mendapat sorotan tajam dari salah satu pemuda Bekasi, Dicky Armanda. Ia menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme dalam masa transisi kepemimpinan BAZNAS Kota Bekasi menjelang periode 2026–2031.
Dicky menegaskan bahwa Pansel memikul tanggung jawab moral dan administratif yang besar dalam menentukan arah pengelolaan zakat di Kota Patriot selama lima tahun ke depan.
“Pansel harus menghindari jebakan kepentingan pragmatis. BAZNAS adalah lembaga umat yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten, bukan dijadikan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses seleksi. Menurutnya, BAZNAS membutuhkan pemimpin yang memiliki kompetensi nyata, bukan sekadar figur yang menjadikan lembaga ini sebagai ruang untuk kepentingan sempit.
“Panitia wajib mengedepankan sikap profesional. Kita butuh pemimpin yang benar-benar mampu, bukan yang menjadikan BAZNAS sebagai ruang korup demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegas Dicky.
Lebih lanjut, ia meminta Pansel untuk melakukan penelusuran mendalam terhadap rekam jejak setiap calon komisioner. Pengalaman dan kemampuan manajerial, menurutnya, sangat penting agar kesalahan di periode sebelumnya tidak terulang.
“Panitia harus menilai keterampilan dan kapasitas calon dalam membawa konsep serta ide-ide segar. Pengelolaan dana umat adalah amanah besar. Jangan sampai pola lama terulang. Harus ada perbaikan signifikan dalam tata kelola,” tambahnya.
Sebagai representasi pemuda yang peduli terhadap integritas lembaga daerah, Dicky menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh tahapan seleksi agar berjalan secara transparan dan akuntabel. Ia juga memberikan peringatan keras jika ditemukan indikasi penyimpangan dalam proses tersebut.
“Kami siap mengawal proses ini. Jika Pansel tidak profesional, mengabaikan kompetensi calon, dan hanya fokus pada kepentingan politik, kami akan bergerak. BAZNAS bukan tempat bagi mereka yang hanya bermodal politik tanpa kapasitas,” pungkasnya.
Berikut 20 nama yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi berupa tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah:
1. Muhammad Anwar
2. Sriyono
3. Drs. Sudarsono
4. Moch. Nurcholiq
5. Anggono Wahyu Tri Bawanto
6. Umri Yasa
7. Mulyadi
8. Nurul Akmal
9. Bahana Jaal Haq Taqwallah
10. Ali Mahyail
11. Acep Bachrudin
12. Ichsan Ngesti Kuncoro
13. Samali Sarbini
14. Sirojudin
15. Asep Firdaus
16. Ismail
17. Edi Rustandi
18. Muhammad Sholeh
19. Sarinah
20. Ahmad Tasori. (Yud).