Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Cianjur, Tela Mutia. PALAPA POS (Foto-IST).

KOPRI Cianjur Menuju Ruang Aman dan Progresif Bersama Tela Mutia

CIANJUR - Tela Mutia resmi terpilih sebagai Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Cianjur melalui forum musyawarah yang berlangsung khidmat dan demokratis, Sabtu (31/1/2026).

Terpilihnya Tela Mutia menandai babak baru kepemimpinan KOPRI Cianjur dengan semangat pembaruan serta penguatan peran perempuan.

Dalam keterangannya usai terpilih, Tela Mutia menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali peran KOPRI sebagai organisasi perempuan yang aktif dan berdaya.

“KOPRI Kabupaten Cianjur harus kembali menjadi wadah perempuan yang hidup, ideologis, dan responsif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pergerakan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa KOPRI tidak cukup hanya hadir secara struktural, melainkan harus memberi dampak nyata bagi kader dan masyarakat.

“KOPRI tidak boleh sekadar ada dalam struktur organisasi. Kita harus hadir secara substantif, melalui penguatan ideologi, peningkatan kapasitas kader, serta keterlibatan aktif dalam isu-isu perempuan dan sosial kemasyarakatan,” jelasnya. 

Tela Mutia menambahkan, kepemimpinannya ke depan akan difokuskan pada penguatan kaderisasi dan penciptaan ruang aman bagi perempuan PMII untuk berkembang.

“Saya ingin KOPRI Cianjur menjadi ruang yang aman dan produktif bagi kader perempuan PMII agar tumbuh sebagai agen perubahan yang kritis, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, salah satu kader KOPRI Cianjur menyambut positif terpilihnya Tela Mutia. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa semangat kebersamaan dan kemajuan organisasi.

"Kami optimistis KOPRI Cianjur akan kembali solid dan progresif. Semoga ke depan KOPRI benar-benar menjadi garda terdepan gerakan perempuan muda di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Musyawarah pemilihan Ketua KOPRI Kabupaten Cianjur berlangsung penuh kekeluargaan dan demokratis, serta diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi menuju gerakan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (***).

Previous Post GMNI Tapanuli Utara Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Ketua DPC GMNI Labuhanbatu