IST.

Jatisari Bicara, Anim Menjawab: Aspirasi Warga Jadi Prioritas

KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imammudin, menggelar kegiatan reses di RW 10, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Selasa (17/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan sejumlah program yang telah dan akan diperjuangkan, sekaligus menyerap langsung keluhan warga terkait kebutuhan lingkungan.

Anim menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah memberikan amanah.

Melalui forum ini, ia melaporkan berbagai pekerjaan yang sudah direalisasikan, terutama pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

“Sebagai wakil rakyat, saya wajib menyampaikan apa yang sudah dikerjakan. Aspirasi masyarakat kami dorong, mulai dari pembangunan jalan, drainase, hingga pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Jalan Lingkungan Jadi Bukti Nyata

Pembangunan infrastruktur menjadi hasil yang paling dirasakan warga. Anim menyebut, kondisi jalan di wilayah tersebut sebelumnya rusak parah. Kini, setelah diperbaiki, mobilitas warga jauh lebih nyaman.

"Dahulu jalan bergelombang membuat perjalanan tidak nyaman, sementara kini jalan lingkungan sudah mulus dan dapat dilalui dengan baik. Perbaikan jalan dan saluran air, menurutnya, akan terus menjadi prioritas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat permukiman," ungkapnya.

Bank Sampah dengan Payung Hukum

Selain infrastruktur fisik, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Anim mengungkapkan, pihaknya tengah mendorong penguatan program bank sampah melalui regulasi daerah. Program ini tidak hanya membantu kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi warga.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi bisa menjadi kegiatan ekonomi masyarakat. Kita siapkan regulasi dan dukungan pemerintah,” katanya.

Dorong Ekonomi Warga Lewat Ternak dan Perikanan

Dalam reses tersebut, warga juga mengusulkan bantuan ekonomi produktif. Anim menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi kelompok masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ternak ayam maupun bibit ikan. Namun, ia menekankan bahwa bantuan hanya bisa diajukan melalui kelompok resmi.

Warga diminta membentuk Kelompok Usaha Tani (KUT) yang disahkan oleh kelurahan, kemudian diajukan ke Dinas Ketahanan Pangan melalui aspirasi dewan.

“Kalau sudah ada kelompok dan legalitasnya, nanti kita usulkan bantuannya. Itu bisa lewat aspirasi dewan,” jelasnya.

Aspirasi Didominasi Infrastruktur

Secara umum, mayoritas aspirasi warga Jatisari masih berkutat pada infrastruktur lingkungan seperti jalan dan drainase.

Meski begitu, usulan lain juga muncul, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan di kawasan perumahan.

Anim menilai hal tersebut wajar karena kebutuhan dasar lingkungan biasanya menjadi prioritas masyarakat.

Ia berkomitmen untuk terus mengawal setiap usulan agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah.

“Yang paling banyak tetap infrastruktur, tapi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga juga kita dorong agar berjalan beriringan,” pungkasnya. (ADV).

Previous Post Pemkot Bekasi dan Pemkot Denpasar Bangun Sinergi Pengelolaan Air Bersih
Next PostDavid Rahardja Isi Tahun Baru Imlek dengan Kepedulian Sosial di Kota Bekasi