Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibowo. PALAPA POS/Yudha.

Disdik Kota Bekasi Izinkan PJJ Saat Ancaman Abu Anak Krakatau

KOTA BEKASI - Erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya paparan abu vulkanik hingga ke permukiman warga. Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengeluarkan kebijakan yang memberi ruang bagi sekolah untuk kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kualitas udara memburuk.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/3/DISDIK.PTK tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik yang diterbitkan Minggu (6/9/2026). Surat edaran ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan negeri maupun swasta di Kota Bekasi.

Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibowo, menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama. Ia memberikan kewenangan penuh kepada kepala sekolah untuk menentukan metode pembelajaran sesuai kondisi masing-masing.

“Apabila lingkungan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka secara aman, sekolah dapat melaksanakan PJJ sesuai kesiapan dan situasi satuan pendidikan,” ujarnya.

Selain opsi PJJ, Disdik juga menginstruksikan warga sekolah membatasi aktivitas luar ruangan. Penggunaan masker diwajibkan guna mencegah gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat paparan abu vulkanik. Chondro menambahkan, tenaga pendidik diminta aktif memantau kesehatan peserta didik.

“Berikan perhatian khusus kepada anak-anak yang rentan. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan bila muncul keluhan akibat abu vulkanik,” katanya.

Sebagai langkah terpadu, Disdik meminta sekolah terus berkoordinasi dengan instansi terkait jika terjadi kondisi darurat. Surat edaran ini juga ditembuskan kepada jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, hingga Plt. Inspektur Kota Bekasi. (Yud).

Previous Post Polres Metro Bekasi Kota Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik
Next PostDampak Kebakaran Hutan dan Lahan Mengancam Kesehatan Masyarakat