Perayaan Cap Go Meh di klenteng Hok Lay Kiong. PALAPA POS/Yudha.

Ribuan Warga Padati Perayaan Cap Go Meh di Vihara Hok Lay Kiong

KOTA BEKASI – Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili/2026 Masehi yang diselenggarakan Yayasan Pancaran Tridharma di Vihara Hok Lay Kiong berlangsung meriah dan penuh warna.

Ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati ruas jalan di pusat Kota Bekasi, khususnya wilayah Bekasi Timur, untuk menyaksikan pawai budaya yang telah menjadi agenda tahunan.

Barongsai dan liong tampil lincah sepanjang rute pawai. Atraksi tatung, parade kostum tradisional Tionghoa, hingga penampilan seni budaya nusantara berpadu dalam satu panggung kebhinekaan. Tidak hanya umat Tridharma, masyarakat umum pun turut larut dalam suasana penuh kegembiraan.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, Ronny Hermawan, menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar tradisi, melainkan momentum memperkuat persaudaraan lintas budaya.

“Cap Go Meh adalah simbol rasa syukur sekaligus wujud kebersamaan. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi seluruh warga, tanpa memandang suku dan agama. Bekasi adalah rumah kita bersama,” ujarnya dalam sambutan, Selasa (3/2/2026).

Tahun ini, penyelenggaraan melibatkan lebih banyak komunitas budaya serta pelaku UMKM lokal. Menurut Ronny, partisipasi masyarakat menjadi energi utama sehingga acara berlangsung tertib dan kondusif.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh relawan. Tanpa kolaborasi, perayaan sebesar ini tidak mungkin berjalan lancar,” tambahnya.

Kemeriahan pawai Cap Go Meh 2026 juga dihadiri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama jajaran perangkat daerah serta perwakilan anggota DPR RI. Kehadiran unsur pemerintah dan legislatif menjadi sinyal kuat dukungan terhadap pelestarian budaya dan harmoni antarumat beragama di Kota Bekasi.

Tri Adhianto terlihat menyapa warga dan menyaksikan atraksi barongsai bersama Ronny Hermawan. Ia mengapresiasi konsistensi Yayasan Pancaran Tridharma dalam menjaga tradisi sekaligus membuka ruang inklusivitas bagi seluruh masyarakat.

Perayaan Cap Go Meh di Hok Lay Kiong memang telah menjadi magnet wisata budaya di Bekasi. Setiap tahun, acara ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam pawai tahun ini, Cap Go Meh 2026 tak hanya menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, tetapi juga panggung persatuan yang meneguhkan identitas Bekasi sebagai kota majemuk dan harmonis. (Yud).

Previous Post DPC PDI Perjuangan Taput Gelar Pendidikan Politik dan Fit and Proper Test Calon Ketua PAC
Next PostLoyalitas Partai dan Mandat Rakyat: Dilema Politik Bupati yang Berpindah Partai