Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Satya Sriwijayanti Anggraini. PALAPA POS/Yudha.

Dinkes Kota Bekasi Tegaskan Radang Otak Bayi Tak Terkait Kesalahan Vaksinasi

KOTA BEKASI - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Satya Sriwijayanti Anggraini, menegaskan bahwa kasus radang otak yang dialami seorang bayi berusia sembilan bulan tidak berkaitan langsung dengan kesalahan vaksinasi yang sempat terjadi di salah satu puskesmas.

Penegasan itu disampaikan Satya setelah kajian bersama Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) yang melibatkan dokter-dokter se-Jawa Barat.

“Hasil kajian menyimpulkan kondisi radang otak tidak ada kaitannya dengan kesalahan vaksinasi,” ujarnya di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (29/6/2026).

Satya menambahkan, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan kesalahan penyuntikan vaksin dengan kasus radang otak.

BACA JUGA: Diduga Puskesmas Bintara Jaya Malpraktik, Bayi Radang Otak

Menurutnya, faktor lain lebih mungkin menjadi penyebab, termasuk kemungkinan pasien sudah terpapar infeksi sebelum imunisasi namun tidak terdeteksi pada pemeriksaan awal.

“Belum pernah ditemukan literatur yang menyebut penyuntikan vaksin bisa mengakibatkan radang otak,” katanya.

Meski begitu, Satya mengakui adanya kelalaian administrasi. Riwayat imunisasi pada buku vaksinasi pasien tidak tercatat sebagaimana mestinya, sehingga bayi menerima vaksin DPT dua kali.

“Memang ada double penyuntikan DPT karena buku vaksinasi tidak tertulis sebagaimana seharusnya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan perkembangan terbaru kondisi bayi tersebut. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina, pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Jumat lalu.

“Kami sudah lakukan medical check-up untuk memastikan kondisi anak sehat,” jelas Satya.

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh kabar seorang bayi sembilan bulan dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan diagnosis radang otak. Keluarga korban menduga kondisi itu muncul akibat kesalahan vaksinasi di puskesmas. (ADV).

Previous Post PBPI Bekasi Luncurkan Sistem Turnamen Padel