BPKAD Dorong RW Percepat Pencairan Dana Lingkar Beken
KOTA BEKASI - Penyerapan dana hibah Program Lingkungan RW Bekasi Keren (Lingkar Beken) mulai menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juni 2026, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi mencatat 106 dari total 1.020 Rukun Warga (RW) telah berhasil mencairkan dana bantuan senilai Rp100 juta per RW.
Angka tersebut meningkat signifikan dibanding pertengahan Juni lalu, ketika baru 68 RW yang mencairkan anggaran untuk kebutuhan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, Kamis (2/7/2026).
Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto, menjelaskan pencairan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) di masing-masing RW yang telah melengkapi syarat administrasi dan menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
“Secara realisasi, anggaran yang sudah terserap mencapai 10,39 persen atau sekitar Rp10,6 miliar. Dana ini murni untuk mengakomodasi kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan, sesuai usulan prioritas warga,” ujar Yudianto.
Kejar Target Penyerapan
Melihat masih banyak RW yang belum memanfaatkan program ini, Yudianto mendorong pengurus lingkungan segera menyusun dan mengajukan proposal pencairan. Ia menegaskan, pengajuan masih terbuka hingga tutup buku Tahun Anggaran 2026.
“Alokasi anggaran ini memang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan selama satu tahun penuh sesuai ketentuan perundang-undangan. Jadi, masih ada waktu bagi pengurus RW untuk memproyeksikan program pembangunan berkelanjutan di wilayah masing-masing,” katanya.
Untuk mempercepat penyerapan, BPKAD menginstruksikan Bagian Tata Pemerintahan, camat, hingga lurah se-Kota Bekasi agar aktif turun ke lapangan.
Aparatur wilayah diminta lebih gencar melakukan sosialisasi sekaligus mendampingi pengurus RW dalam proses pemberkasan.
Desentralisasi Pembangunan
Program Lingkar Beken merupakan wujud desentralisasi pembangunan dari Pemerintah Kota Bekasi. Melalui suntikan dana Rp100 juta, setiap RW diberi kewenangan penuh mengeksekusi kebutuhan mendesak di wilayahnya, mulai dari perbaikan fasilitas umum, pengelolaan kebersihan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap seluruh RW dapat segera melengkapi proses administrasi yang diperlukan. Semakin cepat cair, program-program yang telah direncanakan bisa segera direalisasikan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Yudianto. (ADV).