Sukur Nababan Dorong Penguatan Pembangunan Keluarga Lewat Sosialisasi Bangga Kencana
DEPOK – Upaya memperkuat pembangunan keluarga kembali digelorakan melalui kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra yang diinisiasi Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan, S.T., bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Rakyat, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, ini menghadirkan Arif Rifqi Zaidan, S.Sos., MSDP., Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana (Tk. I) BKKBN Jawa Barat, sebagai narasumber, Selasa (20/10/2026).
Sosialisasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, serta pemberdayaan lanjut usia sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan sejahtera.
“Program Bangga Kencana perlu terus dikenalkan kepada masyarakat karena pembangunan bangsa berawal dari keluarga. Kita ingin setiap keluarga memiliki pemahaman yang baik dalam mendampingi anak tumbuh dan berkembang, membangun hubungan harmonis, serta memberikan perhatian kepada anggota keluarga di setiap tahapan usia,” ujar Sukur H. Nababan.
Ia menekankan, sosialisasi program pemerintah harus diiringi keterlibatan masyarakat agar informasi yang disampaikan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan bersama mitra ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal berbagai program yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan keluarga berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Arif Rifqi Zaidan memaparkan transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN sesuai Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024. Transformasi ini merupakan adaptasi terhadap dinamika kependudukan dan pembangunan keluarga, sekaligus memperkuat pelaksanaan program menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Arif juga menjelaskan tiga program unggulan atau Quick Win Kemendukbangga/BKKBN:
-TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): fokus pada dukungan pengasuhan anak melalui layanan aman dan berkualitas.
-GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak.
-SIDAYA (Lansia Berdaya): mengarahkan pemberdayaan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan berperan aktif di masyarakat.
“Pembangunan keluarga perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari memastikan anak memperoleh pengasuhan yang baik, mendorong ayah hadir lebih aktif, hingga memberi ruang bagi lansia agar tetap sehat dan mandiri,” jelas Arif.
Melalui pemaparan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga kualitas pengasuhan, keharmonisan hubungan, pembentukan karakter generasi muda, serta perhatian terhadap kesejahteraan lansia.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mendorong masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan pembangunan keluarga berkelanjutan. Dengan sinergi antara DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, dan masyarakat, program pembangunan keluarga diharapkan semakin dikenal, dipahami, dan diterapkan demi terwujudnya keluarga Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045. (Yud).