Ilustrasi yang menggambarkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bekasi. PALAPA POS/Yudha.

Kepercayaan Kader Menurun, Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Momentum Pembaruan

KOTA BEKASI - DPD Partai Golkar Kota Bekasi tercatat sebagai kekuatan politik terbesar dengan raihan hampir 200 ribu suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu.

Namun, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar beberapa bulan ke depan, partai berlambang pohon beringin itu menghadapi tantangan serius: mencari sosok ketua yang mampu menjaga soliditas sekaligus mendongkrak elektabilitas.

Pengamat politik Kota Bekasi, Ainur Rofiq, menilai karakter kepemimpinan ketua DPD Golkar akan menjadi faktor penentu dalam meraup suara pada Pileg mendatang.

Menurutnya, Golkar harus dipimpin oleh figur yang lentur dalam berpolitik, mampu merangkul berbagai kepentingan, dan menjaga keseimbangan di tengah dinamika lokal.

"Kriteria yang bisa mengakomodasi semua kepentingan, mas," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Lebih jauh, Ainur menyoroti adanya penurunan kepercayaan kader dan simpatisan terhadap kepemimpinan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi saat ini.

"Ada beberapa faktor yang memengaruhi tren penurunan tersebut, salah satunya persoalan kepemimpinan. Ketika kepemimpinan tidak mampu menjaga kepercayaan, maka kader dan simpatisan pun perlahan menjauh," ungkapnya.

BACA JUGA: Ranny Fahd Arafiq Menguat, Baru Satu Kandidat Ketua Golkar Kota Bekasi

Musda mendatang dipandang sebagai ujian penting. Bukan sekadar agenda rutin, melainkan kesempatan bagi Golkar Kota Bekasi untuk membuktikan apakah partai ini masih mampu menjaga dominasinya atau justru kehilangan daya tarik di mata publik.

Di sisi lain, Ketua PK Jatiasih, Karya Ahmad, menegaskan perlunya pembaruan menyeluruh di tubuh Golkar Kota Bekasi.

"Saya sudah memberikan dukungan penuh terhadap Ranny Fahd Arafiq untuk bisa memberikan angin segar bagi DPD Golkar Kota Bekasi. Satu suara untuk pembaruan," ucapnya.

Ia menambahkan, Golkar harus tampil lebih baik ke depan dengan meningkatkan elektabilitas hingga ke tingkat akar rumput.

"Kerja nyata harus lebih sering dilakukan, terutama dengan berinteraksi langsung ke masyarakat," pungkasnya. (Yud).

Previous Post Semarak Lomba Olahraga Tradisional Warnai Kebersamaan Siswa Bekasi Utara