Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan. PALAPA POS/Yudha.
Ahmad Faisyal: Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran
KOTA BEKASI – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan, memastikan program sekolah rakyat dapat tepat sasaran dan menjangkau warga di pelosok Jawa Barat.
Program ini digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Sosial untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem. Sebanyak 13 titik sekolah rakyat telah dihadirkan di 10 kota/kabupaten Jawa Barat, dengan total 1.353 siswa yang akan menempuh pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Ahmad Faisyal menyambut positif kehadiran program tersebut, namun menekankan pentingnya proses penyaringan calon siswa agar benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Yang utama adalah memastikan anak-anak kategori tak mampu bisa bersekolah hingga selesai tanpa terbebani biaya, sehingga mereka memperoleh hak pendidikan yang sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, di mana banyak keluarga berasal dari latar belakang pekerja seperti buruh tani, buruh pabrik, swasta, maupun wirausaha.
Karena itu, keberadaan sekolah rakyat diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan, khususnya bagi keluarga miskin dan warga pelosok. Selain akses, Faisyal menekankan pentingnya kualitas pendidikan, Minggu (17/5/2026).
“Meski fasilitas dan sarana masih terbatas, tenaga pendidik harus tetap mengajar secara maksimal sesuai kurikulum,” katanya.
Ia menyoroti masih adanya warga pelosok yang belum menikmati pendidikan layak karena keterbatasan biaya dan lokasi sekolah, padahal banyak di antara mereka berpotensi meraih prestasi.
“Dari 13 titik sekolah rakyat di Jawa Barat, harus ada yang mudah dijangkau warga pelosok agar pendaftaran lebih mudah diakses,” terang Faisyal.
Daftar Lokasi Sekolah Rakyat
1. Sentra Galih Pakuan – Kota Bogor – 50 siswa.
2. Sentra Inten Soeweno – Kabupaten Bogor 100 siswa.
3. Sentra Pangudi Luhur – Kabupaten Bekasi – 180 siswa.
4. Sentra Phalamarta – Kabupaten Sukabumi – 100 siswa.
5. Sentra Wyata Guna – Kabupaten Bandung Barat – 100 siswa.
6. BPPKS Kemensos RI – Kabupaten Bandung Barat – 100 siswa.
7. Stadion Si Jalak Harupat – Kabupaten Bandung – 150 siswa.
8. Polteksos – Kota Bandung – 100 siswa.
9. Sentra Wyata Guna – Kota Bandung – 50 siswa.
10. BLK Sumedang – Kabupaten Sumedang – 150 siswa.
11. SMPN 18 – Kota Cirebon – 73 siswa.
12. Sentra Abiyoso – Kota Cimahi – 100 siswa.
13. Dinsos Jabar – Kota Cimahi – 50 siswa.
Melalui program sekolah rakyat yang tepat sasaran, DPRD Jawa Barat berharap pendidikan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di masa depan. (ADV).