GMNI Tapanuli Utara Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Ketua DPC GMNI Labuhanbatu
TAPANULI UTARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tapanuli Utara mengecam keras tindakan represif aparat keamanan terhadap Ketua DPC GMNI Labuhanbatu, Wiwi Malpino Hasibuan, bersama kader GMNI dan masyarakat Padang Halaban.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi saat Wiwi Malpino dan rekan-rekan mendampingi masyarakat serta petani Padang Halaban yang menolak penggusuran paksa lahan oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk).
Dalam aksi itu, aparat diduga melakukan pemukulan dan tendangan hingga menyebabkan korban mengalami luka serius bahkan tidak sadarkan diri.
DPC GMNI Tapanuli Utara menilai tindakan aparat bukanlah penegakan hukum, melainkan bentuk kekerasan yang dilegalkan oleh negara.
Pendampingan terhadap petani, menurut mereka, adalah bagian dari perjuangan membela hak-hak rakyat yang dirampas secara sewenang-wenang oleh kepentingan korporasi.
GMNI Tapanuli Utara menegaskan bahwa tindakan represif aparat terhadap petani yang menolak penggusuran paksa merupakan pengkhianatan terhadap hak-hak rakyat. Negara seharusnya hadir melindungi masyarakat kecil, bukan berpihak pada kepentingan pemodal.
Ketua DPC GMNI Tapanuli Utara, Daniel Nababan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kekerasan yang dialami kader GMNI dan masyarakat Padang Halaban.
Ia mendesak agar segala bentuk kekerasan terhadap rakyat dan aktivis segera dihentikan, serta menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap aparat yang terlibat.
Selain itu, GMNI juga menuntut agar proses penggusuran paksa dihentikan dan konflik agraria diselesaikan secara adil serta bermartabat.
“GMNI akan terus berdiri bersama petani dan rakyat tertindas. Kekerasan bukanlah solusi atas konflik agraria. Penyelesaian harus dilakukan secara adil, manusiawi, dan bermartabat,” tegas Daniel Nababan.
GMNI Tapanuli Utara menyatakan solidaritas penuh kepada DPC GMNI Labuhanbatu dan masyarakat Padang Halaban, serta menyerukan seluruh elemen rakyat untuk bersatu melawan praktik perampasan tanah dan kekerasan terhadap rakyat. (Hengki).