Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi di Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (30/11/22022). PALAPA POS/ Yudha

BEKASI - Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi akan lakukan pengawalan hukum terhadap korban tindakan asusila siswi Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Jatiasih diduga dilakukan oknum guru inisial AD (28) saat ini sudah ditangkap dan ditahan Polres Metro Bekasi Kota.

Koordinator Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Suherman, Rabu (30/11/2022) menjelaskan, pihaknya mendapatkan amanah dari Fraksi PDI Perjuangan untuk lakukan pendampingan hukum terhadap orang tua korban dan korban tindak kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

“Kita sudah mengetahui bahwa tersangka AD (28) sudah diganjar ancaman hukuman 15 tahun. Namun kami berharap ada hukuman terberat yang diberikan, karena ini adalah kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime),”kata Suherman kepada palapapos.co.id.

BACA JUGA : Predator Seksual AD Ditangkap Usai Melarikan Diri Ke Sumatera

BACA JUGA :Kasus Pelecehan Seksual Belum Ditangkap, Enie Widhiastuti Akan Turunkan Kuasa Hukum

Lanjut ia mengungkapkan akan lakukan pendalaman terkait tragedi tersebut, yang menurutnya apabila ada undang-undang sederajat. Sebab menurut Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ada beberapa pasal yang bisa dikenakan kepada predator seksual.

“Sekarang ini kan ada undang-undang perlindungan anak masuk dalam asas hukum ada namanya lex spesialis. Tersangka akan dijerat undang-undang pasal 35 tahun 2014,”ucapnya saat ditemui ruang Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi.

Saat ditanya keterkaitan kepala sekolah yang diduga terlibat dalam kasus asusila tersebut, Ia menyatakan akan lakukan kajian mendalam terkait hal itu.

“Kami belum bisa menentukan apakah akan terbawa. Karena yang namanya proses pidana itu adalah perorangan. Nah ini peristiwa pidana nya ada orang yang melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, kalaupun nanti kepala sekolah ada dugaan menutup-nutupi dan sebagainya pasti kita akan lakukan upaya pelaporan kembali,”tukasnya.

Penulis : Yudha 

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Tersangka AD Akui Tindakan Pelecehan Tidak Disengaja

BEKASI - Oknum guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang menjadi tersangka pelecehan seksual AD (28) kepada siswi Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mengaku ba

Predator Seksual AD Ditangkap Usai Melarikan Diri Ke Sumatera

BEKASI - Buronan pihak kepolisian, tersangka pelaku tindak kekerasan kepada anak dibawah umur yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi berinis

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual AD Disinyalir Banyak Makan Korban

BEKASI - Terduga pelaku pelecehan seksual oleh oknum guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) berinisial AD dikabarkan melakukan tindakan asusilanya lebih dari satu orang siswi sekolah

Disdik Kota Bekasi Tindak Tegas Oknum Guru Pelaku Pelecehan

BEKASI - Dinas Pendidikan tindak tegas oknum guru pelaku pelecehan seksual terhadap siswi, hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi UU Saeful Mikdar, S

PMII Cabang Kota Bekasi Angkat Bicara Soal Tragedi Dugaan Pelecehan Seksual

BEKASI – PMII Angkat Bicara terkait ulah oknum guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) berinisial AD yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap KN (7) di salah satu sekola

Dianggap Berbelit, Majelis Hakim Minta Saksi Susi ART Sambo Dihadirkan Setiap Sidang

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) meminta agar Susi dihadirkan terus sebagai saksi pada persidangan kassus dugaan pembunuhan berencana Brig