Rahmat Effendi dikawal petugas usai KPK menetapkannya tersangka dugaan korupsi, Kamis (6/1/2022). PALAPA POS/ IST , Kamis (6/1/2022). PALAPA POS/ IST

BANDUNG - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE)  sembilan tahun enam bulan penjara dan denda Rp1 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

"Hakim kami desak menjatuhkan hukuman pidana penjara selama sembilan tahun enam bulan penjara dan denda Rp1 miliar, subsider enam bulan kurungan,"kata Jaksa Penuntut Umum KPK Siswhandono di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/9/2022).

Jaksa menyampaikan, Rahmat bersalah sesuai Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 12 huruf f, Pasal 12 B UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Hal memberatkan hukuman terhadap Rahmat Effendi kata jaksa,  tersangka sebagai penyelnggara Negara tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantasan korupsi. Hal meringankan, bersikap sopan selama persidangan berlangsung serta belum pernah dipidana.

Jaksa juga dalam tuntutannya, agar Rahmat membayar uang pengganti sebesar Rp8 miliar lebih. Dengan ketentuan apabila tidak membayar, harta bendanya akan disita untuk dilelang demi memenuhi uang pengganti.

"Apabila hasil lelang tidak mencukupi, tambahan hukuman dipenjara selama dua tahun,"ucap Siswhandono.

Selain tuntutan diatas, jaksa KPK juga menuntut agar hak politik untuk dipilih Rahmat Efendi sebagai pejabat publik Rahmat Effendi selama lima tahun terhitung sejak terdakwa menjalani pidana.

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

KPK Serahkan Memori Banding Terdakwa Rahmat Effendi

JAKARTA  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan memori banding terdakwa Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE) melalui Kepaniteraan Khusus Pengadilan Tin

Rahmat Effendi Divonis 10 Tahun Penjara Denda 1 Miliar

BANDUNG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap terdakwa Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi atas persekongkolan pengad

Rahmat Effendi Diduga Terima Aliran Dana dari Swasta dan ASN

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE) menerima aliran sejumlah uang dari aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah

KPK Tangkap Mantan Wali Kota Yogyakarta

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sembilan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT)  di dua lokasi berbeda Yogyakarta dan Jakarta pada Kamis (2/6/220

Dakwaan Jaksa, Uang PMI Diduga Mengalir Untuk Pelantikan DPD Golkar Kota Bekasi

BEKASI - Terdakwa Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi sapaan akrab Pepen didakwa menerima uang Rp 7,1 miliar yang berasal dari pejabat hingga Aparatur Sipil Negara (ASN)

Rahmat Effendi Didakwa Menerima Rp7,1 miliar dari ASN

BANDUNG- Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi didakwa menerima uang Rp7,1 miliar berasal dari pejabat hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Beka