Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono saat menerima penghargaan rekor MURI. PALAPA POS/ IST

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono merasa bangga mendapatkan Piagam Rekor Muri kategori Paduan Gelaran Seni dengan Penampil terbanyak sejumlah sepuluh ribu orang penampil seni. Terlebih ia menyampaikan, penghargaan tersebut dihadiahkan untuk Aparatur dan Warga Kota Bekasi yang turut serta mensukseskan kegiatan tersebut.

Sebelumya Pemkot Bekasi Selenggarakan, kreasi seni budaya nusantara yakni Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) dilaksanakan pada hari Sabtu, (10/9/2022) dimulai pukul 06.00 WIB, di Stadion Patriot Candrabhaga dimeriahkan berbagai pertunjukan kesenian, kebudayaan yakni tari nusantara, reog, hingga adanya senam massal.

Dalam acara tersebut juga dipentaskan Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SiCita), seni tari dari Sabang sampai Merauke seperti Tari Ronggeng Masaal Beken, Tari Kecak, Tari Tor Tor, Tari Anyam, Tari Nusantara, Tari Saman dan juga musik tradisional dari Angklung, Ukulele dan juga grub band The Batak's Band.

"Suatu Kebanggaan tersendiri bagi kita, penghargaan ini bukan untuk saya, melainkan untuk Aparatur Pemerintahan dan seluruh warga Kota Bekasi yang telah turut serta mensukseskan kegiatan PNBK, Gubernur Jabar pun turut berbangga atas kekompakan warga Kota Bekasi," katanya saat pimpin apel pagi gabungan ruang lingkup setda Non ASN dan ASN Eselon II. III dan IV, di Plaza Pemda Kota Bekasi, Senin (19/9/2022).

BACA JUGA : Plt Wali Kota Ajak Warga Saksikan Pesona Nusantara Bekasi Keren

Kegiatan besar tanpa mengganggu APBD mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jabar, menurut  Tri yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi  mengatakan, kegiatan lanjutan yang lebih akan dilaksanakan Pemerintah Kota Bekasi bersinergi dengan Provinsi Jawa Barat dirangkai dengan HUTJawa Barat yang ke 78 Tahun.

"Patut berbangga hati, segitu besarnya kegiatan, atas kerjasama Pemerintah dan warga Kota Bekasi tanpa harus mengganggu APBD mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jabar. Kata Gubernur saat menhadiri acara,  next Pemkot Bekasi akan bersinergi dengan Pemprov Jabar mengadakan kegiatan yang lebih besar lagi sekaligus merayakan HUT Jabar yang ke 78 tahun,"ungkapnya.

Terlebih, pria yang akrab disapa Mas Tri itu pun menyampaikan himbauan keikutsertaan ASN dan Non ASN mendukung keberadaan Persipasi sebagai tim sepak bola Kota Bekasi.

"Bagaimana tidak berbangga hati, jika pesepak bolaan kita ada kenaikan dari segi manajemen ataupun kualitas pemain. Oleh karenanya, yuk kita dukung Persipasi menjadi icon sepak bolanya Kota Bekasi,"kata Tri dengan nada ajakan.

Penulis : Yudha

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasca Bom Bandung, Polres Metro Bekasi Kota Lebih Diperketat

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota akan lakukan pemeriksaan ketat terhadap masyarakat yang masuk maupun keluar Polres Metro Bekasi Kota. Hal tersebut dikatakan Kasie Humas Polr

Dari Bangkrut Jadi Untung, PT Migas (Perseroda) Di Tangan Dingin Dirut Milenial

BEKASI – Direktur Utama Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) PT Minyak dan Gas Bumi, Apung Widadi beberkan sejarah singkat terbentuknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD

Sisa Pesangon Mantan Buruh PT SDT Sudah Dibayar

BEKASI - Proses pendampingan hukum yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Bekasi melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) kepada mantan buruh

Terkait Pelecahan Seksual, Anggota Komisi IV: Kepala Sekolah Harus Bertanggungjawab

BEKASI - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Enie Widhiastuti akan memanggil Dinas Pendidikan Kota Bekasi, terkait kelalaian yang dilakukan kepala sekolah tempat mengajar ters

Landmark Berubah Warna Menjadi Merah, DBMSDA : Tidak Ada Unsur Politik

BEKASI - Terlihat ada yang aneh landmark yang berlokasi di Jalan A.Yani Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi karena berubah warna menjadi merah. Kendati demikian, Sekretaris

Kasus Pelecehan Seksual Belum Ditangkap, Enie Widhiastuti Akan Turunkan Kuasa Hukum

BEKASI - Kasus tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar Negeri, Kecamatan Jatiasih hingga saat ini tak kunjung usai. Hal tersebut sangat disayan