Humas Imigrasi Depok, Newin Budiyanto. PALAPA POS/Istimewa

DEPOK - Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok Jawa Barat mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) Australia karena masa berlaku izin di Indonesia sudah lewat satu tahun lebih atau overstay.

"Kami mengamankan satu orang WNA Australia berinisial WBR. Di negaranya WNA tersebut berprofesi sebagai gardener atau tukang kebun," kata Humas Imigrasi Depok, Newin Budiyanto di Depok, Kamis (8/11/2018).

Ia mengatakan, warga Australia tersebut diamankan di apartemen CB di kawasan Cinere Depok, karena izin tinggalnya sudah overstay 1 tahun 4 bulan.

Dikatakannya selama berada di Indonesia tersebut pria Australia tersebut mengencani sejumlah wanita yang dijadikan sebagai sandaran hidup untuk biaya sehari-hari.

WBR masuk ke Indonesia pada 21 April 2017, dengan visa kunjungan sosial budaya. Kemudian visa itu diperpanjang izin tinggalnya di Imigrasi Jakarta Selatan dengan masa berlaku hanya sampai 19 Juni 2017.

"Pria ini tinggal bersama pacarnya yang merupakan wanita lokal," katanya.

Newin menjelaskan WBR sengaja menggunakan modus mengencani wanita Indonesia untuk memenuhi biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari, karena dia tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Bukan hanya satu wanita saja ia kencani tetapi sampai 3-4 orang wanita Indonesia. Mereka ada yang pengusaha atau juga pegawai," katanya.

Newin menjelaskan kasus serupa juga sebelumnya banyak terjadi dengan modus mengencani wanita Indonesia. Diantaranya ada yang berasal dari Mesir, Yaman, dan Nigeria.

"Mereka mengencani wanita Indonesia untuk biayai hidup," ujarnya.

Imigrasi menjeratnya dengan ancaman pasal 78 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang ke-Imigrasian, yang berbunyi bahwa orang asing yang telah habis masa berlakunya dikenai tindakan administrasi ke-Imigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan.

Sedangkan untuk WNI yang jika diperiksa terbukti bersalah, maka akan dikenakan pasal 124 Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang ke-Imigrasian, yang berbunyi tiap orang yang dengan sengaja melindungi atau menyembunyikan atau memberikan penghidupan atau memberikan pekerjaan yang diduga izin tinggalnya habis berlaku, maka akan dipidana tiga bulan penjara atau denda paling banyak Rp25 juta. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pemkot Depok Siapkan Peraturan Wali Kota Terkait LGBT

DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat menyatakan siap mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait marak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di tenga

Disdukcapil Kota Depok Berikan Waktu Perekaman KTP-E Hingga 31 Desember

DEPOK - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Jawa Barat memberikan kesempatan bagi warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik hingga 31 Desemb

Depok Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Bebas Sampah

DEPOK - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Ety Suryahati mengajak seluruh masyarakat kota tersebut untuk bisa mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2025.

Kesbangpol Depok Ajak Masyarakat Cegah Hoaks

DEPOK - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Jawa Barat, mengajak masyarakat proaktif mencegah peredaran kabar bohong atau hoaks yang diperkirakan banyak mun

Wali Kota Depok Salatkan Korban Lion Air

DEPOK - Wali Kota Depok, Mohammad Idris ikut melaksanakan shalat jenazah Ibnu F Hantoro yang merupakan salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air beregistrasi PK-LQP bernomor pe

Ketua KPU Depok: Memastikan Masyarakat Miliki Hak Pilih

DEPOK - KPU Kota Depok melaksanakan kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) tingkat Kota Depok, Jawa Barat yang telah dimulai sejak 1 Oktober 2018 sampai dengan 28 Oktober 2018. "Kegiatan

Index