Terdakwa Bintang Klara Siregar alias 'Ratu Narkoba' terlihat berdiri di depan ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri Tebing Tinggi. PALAPAPOS/Ronald Pasaribu

TEBINGTINGGI - Terdakwa kasus kepemilikan narkotika, Bintang Klara Siregar yang disebut-sebut sebagai ‘Ratu Narkoba’ di Kota Tebing Tinggi meminta keringanan hukuman atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gilbert selama 7 tahun penjara, Selasa (14/5/2019).

Permintaan keringanan hukuman itu disampaikan kuasa hukum terdakwa, Syaiful dan Herman dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tebing Tinggi yang di Ketuai Sangkot Tobing, mengingat terdakwa masih mempunyai tanggungan. 

Dalam tuntutan jaksa dan keterangan saksi di persidangan, dijelaskan bahwa terdakwa Bintang Klara Siregar ditangkap pihak BNNK pada Senin (19/11/2018) di Kampung Rao, Jalan Sakti Lubis, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

Namun sebelum terdakwa ditangkap, teman terdakwa Suratman (disidangkan dalam berkas terpisah), telah terlebih dahulu ditangkap saksi Haidi Aryanto dan Zulkhairi (keduanya petugas BNNK Tebing Tinggi), pada hari Jumat (30/11/2018), di Gang Buntu Jalan Karya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, dan dari Suratman ditemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu yang diakui dibelinya dari terdakwa Bintang.

Selanjutnya petugas BNNK melakukan pengembangan dan pencarian terhadap terdakwa dirumah kakaknya, di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, akan tetapi saat itu terdakwa tidak ditemukan dan berhasil melarikan diri ke Medan, namun petugas BNNK berhasil menangkap saksi Suhendri (disidangkan dalam berkas perkara terpisah) saat sedang berdiri di pinggir jalan Gunung Krakatau Kelurahan Rantau Laban.

Dari Suhendri ditemukan barang bukti berupa satu buah tas warna hitam berisi empat paket narkotika jenis sabu-shabu dengan berat bersih 2,50 gram, dua paket narkotika jenis ganja dengan berat bersih 4,18 gram, satu unit timbangan digital warna silver, 142 lembar plastik klip bening ukuran kecil, 68 lembar plastik klip bening ukuran sedang, 20 lembar plastik klip bening ukuran  besar, dua buah jarum, dua buah sendok sabu, satu buah korek gas, satu buah karet kompeng, satu unit gawai lipat warna hitam merk Samsung, satu buah dompet warna coklat dan uang sebesar Rp22.000.

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan, saksi Suhendri mengaku membeli narkotika jenis sabu tersebut dari terdakwa Bintang yang diterimanya melalui perantara Edo (belum tertangkap), di daerah seputaran Kampung Rao Tebing Tinggi. 

Kemudian petugas BNNK melakukan pengembangan dan pengintaian hingga akhirnya terdakwa Bintang Klara Siregar berhasil ditangkap di kawasan Kampung Rao, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkotika. (nal)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Kejagung Panggil Empat Pejabat Pemkot Bekasi Terkait Dugaan Korupsi Megaproyek

BEKASI - Empat pejabat Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi yaitu Dadang Ginanjar, Jumhana Lutfi, Inryd Arieswaty dan Imam Yahdi mendapat panggilan dari Kejaksaan Agung RI terkait dugaan korup

DPC PDIP Kabupaten Bekasi Laporkan Dugaan Tindakan Pengrusakan Ke Polisi  

BEKASI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi  melaporkan oknum berinisial IW atas dugaan pengrusakan Kantor PDI Perjuangan.

KPK Panggil Dua Saksi Kasus Suap Wali Kota Medan Nonaktif

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang saksi dalam penyidikan kasus suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Du

Revisi UU KPK Resmi Menjadi Undang-Undang No 19 Tahun 2019

JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia resmi mencatat revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) ke Lembaran Negara sebagai UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK.<

Densus 88 Dan CTOC Dalami Kasus Terduga Pelaku Teroris Di Bali

DENPASAR  - Densus 88 dan Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali sedang mendalami pemeriksaan atas kasus dua orang terduga pelaku teroris yang berada di wilayah Ba

Polri: Enam Anggota Polisi Terperiksa Kasus Penembakan Mahasiswa

KENDARI -Tim investigasi Mabes Polri memeriksa enam personel jajaran Polda Sulawesi Tenggara yang diduga melakukan kesalahan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa ya

Sebut Mahasiswa Diperlakukan Tidak Etis, Polisi Somasi Ananda Badudu

JAKARTA - Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan melayangkan somasi kepada Ananda Badudu lantaran menyebut para mahasiswa

KPK Surati Jaksa Agung Minta Bantuan Hadirkan Enam Jaksa

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat ke Jaksa Agung untuk meminta bantuan menghadirkan enam jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah sebag

MK Akan Gelar Putusan Akhir Perkara Sengketa Pileg

JAKARTA  - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan akhir untuk 202 perkara sengketa hasil Pileg 2019, mulai Selasa (6/8) hingga Jumat (9/8).

&

Teroris Bogor Target Ledakkan Bom di Depan Gedung KPU Pada 22 Mei

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa teroris yang ditangkap pada Jumat (17/5/2019) di Bogor,

Index