Kopkar Forindo Hadir, Perkuat Perlindungan Pekerja Freight Forwarding
JAKARTA – Sejumlah karyawan dan petugas yang sehari-hari bekerja menjaga rantai logistik nasional membentuk Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia (Kopkar Forindo). Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi wadah perlindungan sosial, ekonomi, dan profesional bagi pekerja di sektor freight forwarding dan logistik nasional.
“Kopkar Forindo adalah wadah ekonomi bersama yang dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial, ekonomi, dan profesional para pekerja di sektor freight forwarding dan logistik,” ujar Ketua Umum Kopkar Forindo, Muhajir, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Muhajir menegaskan, koperasi ini tidak dibentuk untuk berhadapan dengan perusahaan ataupun asosiasi pengusaha. Sebaliknya, Kopkar Forindo hadir menjaga keseimbangan ekosistem industri agar hubungan antara perusahaan dan pekerja berjalan sehat, adil, dan berkelanjutan.
“Perusahaan yang sehat membutuhkan pekerja yang sejahtera. Sebaliknya, pekerja yang sejahtera juga membutuhkan perusahaan yang kuat. Karena itu, Kopkar Forindo hadir bukan sebagai alat konflik, melainkan jembatan keseimbangan,” katanya.
Dinamika Industri Logistik
Menurut Muhajir, industri freight forwarding di Indonesia tengah memasuki masa perubahan besar. Regulasi baru, digitalisasi logistik, persaingan global, hingga penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 menuntut seluruh pelaku industri semakin adaptif.
Di tengah dinamika tersebut, pekerja membutuhkan wadah yang mampu membantu mereka menghadapi risiko ekonomi dan sosial. Kopkar Forindo, lanjut Muhajir, dirancang sebagai koperasi profesi yang menghimpun pekerja dari berbagai perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) atau freight forwarding.
Lebih Dari Sekadar Simpan Pinjam
Berbeda dengan koperasi konvensional yang berfokus pada simpan pinjam, Kopkar Forindo memiliki visi lebih luas. Program yang ditawarkan antara lain dana solidaritas anggota, bantuan hukum, bantuan darurat bagi pekerja terdampak masalah perusahaan, pendidikan anak anggota, pelatihan profesi logistik, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan usaha produktif bagi keluarga pekerja.
“Kami ingin membangun rumah bersama bagi para pekerja logistik Indonesia. Ketika perusahaan berkembang, pekerja ikut tumbuh. Ketika perusahaan menghadapi tantangan, pekerja tidak dibiarkan berjalan sendiri. Di situlah koperasi harus hadir sebagai jaring pengaman sosial dan ekonomi,” ujar Muhajir.
Jaringan Nasional
Kopkar Forindo menargetkan terbentuknya jaringan koperasi pekerja freight forwarding di seluruh Indonesia yang terhubung secara digital. Dengan demikian, anggota dari Aceh hingga Papua dapat memperoleh manfaat yang sama tanpa terhalang jarak geografis.
“Bagi banyak pekerja logistik, lahirnya Kopkar Forindo bukan sekadar pembentukan koperasi baru, melainkan upaya membangun rasa aman, solidaritas, dan masa depan yang lebih pasti bagi para pekerja yang selama ini menjadi penggerak utama rantai pasok nasional,” kata Muhajir. (Yud).